Pengurus OSIM Masika Langsung Galang Donasi untuk Korban Longsor Cibeunying
Cilacap, MASIKA.sch.id – Sesaat setelah resmi dikukuhkan, pengurus OSIM MTs Ma’arif Sikampuh langsung menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar aksi penggalangan dana bagi korban musibah tanah longsor di Cibeunying, Majenang. Aksi cepat ini menjadi bukti bahwa semangat kepemimpinan dan rasa empati telah tertanam kuat dalam diri para pengurus baru.
Penggalangan dana dilakukan di lingkungan madrasah dengan melibatkan seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Sejak diumumkan, respons keluarga besar madrasah sangat positif. Para siswa dengan antusias menyisihkan sebagian uang saku mereka, sementara para guru ikut mendukung sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang tengah dilanda bencana. Aktivitas tersebut berlangsung penuh kehangatan, menunjukkan bagaimana kepedulian dapat tumbuh dari lingkungan pendidikan yang membimbing nilai-nilai kemanusiaan.
Para pengurus OSIM bergerak dari kelas ke kelas untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi warga dan beberapa siswa Madrasah yang terdampak di Cibeunying, sekaligus mengajak teman-teman mereka berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Tidak sedikit siswa yang tergerak setelah mendengar penjelasan tersebut, lalu berinisiatif menyerahkan donasi secara sukarela. Suasana sederhana namun penuh ketulusan itu menjadi momen penting yang mengajarkan arti empati dan gotong royong.
Hanya dalam waktu singkat, donasi yang terkumpul mencapai Rp2.000.000. Pihak madrasah mengapresiasi kerja sigap para pengurus OSIM yang baru saja dilantik, karena mampu menunjukkan bahwa kepengurusan mereka tidak hanya sebatas seremonial, tetapi langsung diwujudkan melalui aksi nyata bagi masyarakat.Dana hasil penggalangan tersebut kemudian disalurkan melalui PD PGM Indonesia Kabupaten Cilacap, agar dapat diteruskan kepada warga terdampak longsor secara tepat sasaran.
Madrasah berharap aksi ini dapat menjadi budaya positif bagi siswa, bahwa kepemimpinan bukan sekadar memimpin kegiatan internal, melainkan juga memahami kebutuhan masyarakat sekitar. Pengurus OSIM diharapkan terus menjadi motor penggerak kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia, rasa empati, dan kepedulian terhadap sesama. (red)
